Tampilkan postingan dengan label Business Development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business Development. Tampilkan semua postingan

Suatu hari di Mesjid Biru, HCMC Vietnam


Sebuah bangunan dengan arsitektur dan lansekap yang unik tampak familiar menyempil diantara belantara gedung2 bertingkat di sudut kota Ho Chi Minh, tepatnya di distrik 1 Dong Khoi yang sibuk dan padat. Warna biru kombinasi putih mendominasi penampakan bangunan ini. Cukup rapih dan terawat walau warna birunya sudah mulai agak kusam. Tampak empat menara atau minaret menjulang di keempat sudut bangunan utama.Tidak ada kubah besar namun di setiap pucuk minaret terdapat semacam kubah2 kecil berwarna keemasan. Pintu-pintu atau gerbang masuk kedalam gedung yang berderet sebanyak tujuh buah dengan lengkungan khas timur tengah menegaskan bahwa ini bukanlah gedung yang biasa akan kita temukan di Vietnam. Pekarangannya cukup luas, bersih, cukup terawat dan pastinya teduh dengan pohon sarat dahan berdaun banyak. Tidak salah lagi, itu adalah Saigon Central Mosque atau Blue Mosque atauJamiah Al Muslimun, salah satu mesjid terbesar yang ada di Vietnam. Saya sejenak cukup takjub dengan pemandangan yang ada. Bukannya apa2, mungkin karena tidak mengira akan menemukan sebuah masjid yang cukup terawat di tengah negara komunis. Walaupun dari segi skala dan keindahan masjid ini tidak terlalu fenomenal tapi cukup memberikan kedamaian dan kesejukan, ya layaknya sebuah masjid. Seolah seperti menemukan oase di tengah kota Ho Chi Minh yang siang itu cukup panas, hiruk pikuk dan ramai.


Persis di depan masjid, sebelum memasuki pekarangannya, sebuah gerbang menyambut para tetamu atau jamah yg datang. Biasanya ada petugas atau amil masjid yang menjaga, kadang seperti ingin memastikan apakah yang datang muslim atau bukan. Padahal sebenarnya bukan melarang non muslim masuk, sebagai salah satu obyek wisata tentunya mesjid ini cukup terbuka, namun karena untuk menghormati keberadaan mesjid sebagai tempat ibadah, maka bagi non muslim tentunya diharuskan mengikuti beberapa aturan umum yang berlaku seperti misalnya soal adab berpakaian yang sopan, menutup aurat dan melepaskan alas kaki bila memasuki pelataran masjid yang berlantai marmer nan dingin itu.


Bangunan mesjid ini didirikan pada tahun 1935 oleh para pedagang dari India yang telah bermukim di kota itu. Tahun dimana Vietnam belum merdeka dari kolonialisme Perancis, begitupun India yang masih belum lepas dari kolonialisme Inggris. Sehingga nampaknya wajar, Saigon ketika itu, sebagai kota pelabuhan dan perdagangan terbesar di sisi selatan Vietnam, sangat menarik sehingga mengundang para saudagar dari mancanegara, yang berbeda etnis dan agama ini, untuk datang bahkan hingga bermukim di kota itu. Beberapa keturunan India muslim saat ini masih merupakan bagian dari komponen komunitas muslim di Vietnam selain juga keturunan Melayu. Walaupun demikian, etnis lokal Cham masih menjadi jemaah muslim mayoritas di Vietnam.


Di Ho Chi Minh City, jumlah umat muslim sangat sedikit, hanya ada kira-kira kurang dari 10.000 umat Muslim bila dibandingkan dengan hampir 9 juta jumlah penduduk Ho Chi Minh City. Padahal kalau mengingat sejarahnya, etnis Cham ini dulu pernah mendominasi dan memiliki sebuah kerajaan yang menguasai seluruh Vietnam bagian selatan. Agama Islam juga sempat menjadi agama kerajaan saat kerajaan Champa berjaya sebelum akhirnya kerajaan ini lambat laun musnah. Champa, sebuah kerajaan besar pada eranya yang tidak asing buat kita bangsa Indonesia karena ikut mewarnai sejarah nusantara. Saat ini etnis Cham pun menjadi etnis minoritas dibanding etnis Viet yang menjadi mayoritas penduduk di Vietnam.


Dengan tampang Melayu yang kental tentunya tidak menjadi kendala bagi saya dan teman saya, Dudung, untuk memasuki pekarangan masjid. Saat itu kami berkunjung memang benar-benar ingin menunaikan ibadah sholat dzuhur yang nyaris memasuki injury time sekalian mengaso sejenak setelah dari pagi sampai siang ini berjalan-jalan di kota. Di saat bersamaan ada sepasang turis yang tidak diperkenankan masuk, mungkin karena yang lelaki memakai celana pendek sementara pasangannya memakai tank top. Kumaha atuh, rek ka masjid atawa dugem?! Walaupun tidak bisa saya salahkan juga sepenuhnya mengingat penampilan yang bersangkutan sebenarnya wajar lah sebagai tipikal turis barat, apalagi memang kondisi siang itu memang agak gerah. Hanya saja saya sayangkan mereka tidak membaca informasi tentang ketentuan mengunjungi mesjid ini dipanduan2 wisata yang ada sebelumnya. Di googling atuh mister! Apa mungkin mereka ga sengaja lewat? Ah bisa jadi juga begitu… mengingat bahwa tak jauh dari mesjid ini ada beberapa rantai hotel terkenal… bahkan keberadaan mesjid ini seperti dijepit gedung hotel tinggi yg menjulang di latar belakangnya... ya sudahlah… lanjut ke mesjid lagi, naha jadi ngabahas bule nyak ;)


Setelah melewati pekarangan dengan taman yang asri, sebuah tangga lebar dengan anak tangga yang cukup banyak sudah menanti untuk mengantar kami memasuki masjid. Setelah menaiki tangga, tepat di sayap kanan terlihat sebuah kolam dengan dikelilingi pancuran air yang nampaknya adalah tempat untuk membersihkan diri atau bersuci mengambil wudhu. Seperti biasa, alas kaki sudah harus dilepaskan disini.


Sambil memasuki masjid, saya melihat sekeliling. Tidak banyak pengunjung yang datang, mungkin memang karena belum masuk waktu sholat berikutnya. Ada kurang lebih 4 orang lokal yang sepertinya beretnis Cham, 3 laki-laki dan 1 perempuan, yang sudah berumur tersebar di dalam dan di sekitar pelataran masjid. Salah satunya dengan baju gamis putih panjang, nampaknya pengurus mesjid, sedang bersender sepertinya sambil berzikir disalah satu pilar. Yang lain hanya duduk-duduk saja sementara yang perempuan, nenek-nenek, berdiri persis di tengah pintu utama melantunkan surat2 pendek, juz amma, dengan logat yang agak asing. Setelah selesai solat, baru saya tahu bahwa beberapa dari mereka sepertinya mengharapkan sedekah dari jemaah yang datang. Mudah2an prasangka saya salah, mungkin mereka cuman senang bertemu sama saudara Melayu muslim dari negeri seberang. Wah untung masih ada beberapa lembar Dong sisa kembalian belanja, kalau tidak, ga enak juga dipeluk2 terus sama si kakek. Ampun ya Allah kalo saya salah berprasangka, semoga dimaafkan. Amin.


Yang juga menarik dari masjid ini, selain ciri khas dan warna birunya, adalah adanya gedung madrasah atau sekolah agama persis di halaman belakang mesjid. Nampaknya komplek masjid ini dari awal memang benar-benar dirancang sebagai enclave komunitas muslim di Ho Chi Minh. Namun sayang, berbeda dengan mesjidnya, bangunan ini nampak kurang terawat. Bangunan ini berlantai tiga, ada tulisan Madrasah Noorul Imaan Islamic School di lantai kedua dengan lambang bintang yang khas diatasnya. Dindingnya kumal, catnya kusam, kusen & jendela kayunya sdh menua. Walaupun sepertinya juga mungkin masih difungsikan karena sesaat ketika kami akan pulang, ada sejumlah kecil anak, dimana yang perempuan menggunakan jilbab, sedang menuju bangunan madrasah ini. Sempat kami singgahi juga sekilas masuk ke dalamnya sehingga bisa tahu suasananya. Gedung madrasah ini cukup gelap, lembab, kurang ventilasi dan agak berbau kurang segar sehingga saya khawatir apa memang masih dipergunakan dengan baik? Bisa jadi anak2 tadi adalah sanak keluarga dari pengurus mesjid yang tinggal disitu.


Sebagai salah satu mesjid terbesar dari 16 mesjid yang ada di Ho ChiMinh City dan bahkan berlokasi di distrik 1 yang merupakan pusat keramaian dan tempat-tempat wisata. Sudah selayaknya memang tempat inidirawat dengan baik. Namun demikian fasilitas penunjang komunitas, seperti lembaga pendidikan agama nampaknya belum didukung secara optimal. Mungkin sebagai minoritas, banyak kendala yang dihadapi sehingga sudah cukup bersyukur dengan adanya kebebasan beragama yang diberikan pemerintah komunis Vietnam. Padahal tidak diperhatikannya sekolah agama yang baik, membuat persebaran ajaran teologi Islam yang baik dan benar kepada komunitas muslim Vietnam yang relatif terisolasi dari dunia Islam menjadi terhambat. Tidak heran, kebiasaan & kepercayaan lokal akan mempengaruhi praktek keagaaman. Konon katanya, ada sebagian dari komunitas muslim di Vietnam hanya berdoa atau sholat pada hari Jumat saja dan merayakan Ramadhan cukup tiga hari?! Bahkan sunat pun tidak dilakukan secara fisik melainkan secara simbolis. Wallahualam bissawab.




Pengalaman Pesta Wirausaha TDA 2012


Beberapa minggu lalu, tepatnya pada tgl 28-29 Januari 2012, saya berkesempatan mengikuti event Pesta Wirausaha 2012 yg diselenggarakan oleh TDA Pusat. Berhubung baru kurang lebih setahun saya bergabung dengan komunitas TDA maka event ini adalah yang pertama saya ikuti. Itu juga karena pada tahun lalu 2011, tidak ada event Pesta Wirausaha yg sebenarnya adalah kegiatan rutin TDA dalam merayakan Milad-nya tiap tahun.

Event ini sangat ditunggu2 oleh segenap member komunitas TDA, bukan hanya karena terbukanya peluang belajar berwirausaha dari para entrepreneur handal yg menjadi pembicara seminar ataupun kelas, serta kesempatan bertemu dan berkenalan dengan kolega2 komunitas TDA se-nusantara juga kesempatan mengenalkan produk dan melebarkan jaringan bisnis kita.

Singkat cerita, saya pun sangat antusias mengikuti event ini. Bahkan, selain ikut mengisi stand dalam BUSINESS EXPO dengan produk ransel dari toko outdoor online saya, bersinergi dengan rekan Cece dari perjuangan distro. Saya pun keluar masuk ke ruang seminar dan kelas, mumpung jadi kontributor foto juga.

WOW! Ternyata badan yang hanya satu ini, tidak sanggup bergerak kesana kemari utk mengikuti semua kesempatan seminar dan kelas yg menampilkan para pengusaha hebat yg kadang waktunya bentrok atau hampir bersamaan. Saya juga tidak bisa terlalu sering/lama meninggalkan stand yang dengan setia ditunggui rekan saya dan staffnya. Padahal, banyak sekali ilmu2 praktis bertebaran disana... termasuk sebenarnya dengan ilmu buka stand, dimana banyak pelajaran langsung yg saya rasakan.. dari mulai perencanaan loading barang, setting display, setting lay out, setting merchandising, trik produk offering yg menarik, trik promosi, trik closing produk dll... rasanya rugi banget ga terlalu mempersiapkan hal2 tersebut secara detil... because retail is detail... mungkin karena niat awalnya memang murni ingin belajar... eh jadi malah overwhelmed pelajarannya... seperti belajar berwirausaha dengan sistem kebut dua hari...

Harapan saya, mudah2an bisa mengikuti lagi PW tahun depan dengan persiapan yg lebih mantap, bukan saja bisa membuka stand sendiri dengan persiapan, perhitungan & rencana yg lebih matang sehingga bisa menguntungkan juga bisa terlibat dalam acara... kalo ga bisa jadi pembicara ya jadi moderator lah... Amin :)



STRATEGI SUKSES BISNIS KULINER


Makanan merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Begitu pula bagi pria, selain perempuan, kebutuhan utamanya adalah makanan. Itu sebabnya membuka usaha restoran atau rumah makan tidak ada matinya. Bahkan saat terjadi krisis ekonomi pun, bisnis makanan merupakan salah satu bidang usaha yang tak terlalu terkena dampaknya. Bahkan malah banyak yang tetap ramai daN laris saat itu. Tentu saja, agar usaha rumah makan bisa berjalan lancar dan menguntungkan, juga tidak mudah. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk menjadikan usaha tersebut bisa mencapai kesuksesan.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan pilihan, makanan macam apa yang akan dijual. Bisa memilih menjual makanan yang sedang trend dengan cita rasa berbeda. Atau menjual makanan yang belum ada di satu daerah. Yang penting harus ada satu jenis makanan spesifik yang akan dijadikan andalan.

Setelah diputuskan jenis makanan yang akan dijual, masakannya harus dicoba dulu. Minta keluarga terdekat untuk mencicipinya. Setelah keluarga suka dengan kelezatannya, suruh teman-teman atau kenalan mencobanya juga. Setelah itu harus dicoba pula oleh orang-orang yang berbeda suku, sehingga masakan yang akan dijual nanti benar-benar bisa diterima secara universal.

Tahap tersebut memang membutuhkan waktu dan biaya cukup besar. Setelah yakin masakan itu banyak disukai orang, baru menjualnya untuk umum. Untuk mengawalinya jangan banyak menu yang ditawarkan, satu menu cukup, asal benar-benar spesifik dan lezat.

Jangan lupa, sebelum mulai membuka rumah makan, nama harus lebih dulu disiapkan. Dalam memilih nama harus hati-hati, jangan sampai membuat nama, ternyata sudah ada yang lebih dulu memakainya, sehingga muncul persoalan di kemudian hari. Nama yang merupakan brand harus dipatenkan, agar tak akan diambil orang bila terkenal dan sukses di kemudian hari. Nama tersebut harus dipajang di lokasi sebagai papan nama atau spanduk. Usahakan desainnya bagus, dan tidak banyak tulisan yang dicantumkan.
Cukup nama restoran serta masakan andalannya. Contohnya, Ayam Bakar Wong Solo, Soto Pak Sadi, Es Teler 77 dan lain sebagainya. Nama tersebut akan menjadi citra spesifik bagi rumah makan tersebut, dan bisa gampang diingat oleh para pelanggan. Jangan sampai membuka rumah makan tanpa nama khusus, misalnya hanya Restoran Ayam Goreng. Kalau suatu saat pindah tempat, akan menyulitkan pelanggan untuk mengingat dan mencarinya.

Tahap berikutnya adalah memilih lokasi. Jangan mengambil lokasi dekat bengkel, jangan pula di dekat tempat orang-orang menongkrong atau pangkalan yang berkesan kumuh, dan kalau bisa di areal teduh penuh pepohonan. Di lokasi tersebut harus ada sarana untuk parkir yang cukup memadai. Bisa pula memilih lokasi yang di sekitarnya sudah ada rumah makan terkenal. Karena biasanya mereka sudah melakukan survei terlebih dahulu ketika akan memutuskan membuka restoran di lokasi tersebut.

Kalau mau mempopulerkan makanan baru memang sebaiknya dari daerah dulu, karena lebih cepat hasilnya. Setelah berhasil dan punya brand yang kuat di daerah, baru membuka di Jakarta. Strategi mengepung dulu sebelum masuk Jakarta seperti itu telah saya nikmati keberhasilannya dalam mengembangkan Rumah Makan Wong Solo.

Hal yang juga penting diperhatikan selain pelayanan adalah menjaga kualitas makanan atau masakan yang dijual. Masakan yang tak habis hari ini, jangan dijual lagi keesokan harinya. Dengan begitu kualitas masakannya akan terus terjaga. Hindari menjual masakan yang tidak segar sisa kemarin. Karena sekali konsumen kecewa dengan kualitas atau rasa yang kurang enak, bisa tak akan kembali lagi. Bahkan bisa pula menceritakan kepada orang lain keburukan tersebut, dan akan berakibat semakin menjatuhkan nama baik rumah makan itu.

Interaksi dengan para pelanggan sebagai kegiatan public relations juga cukup penting. Sempatkan diri mendatangi pelanggan dengan keramahan, kalau perlu ikut melayaninya, dan selalu bertanya apa keluhan mereka. Perhatikan masukan dari setiap pelanggan, untuk meningkatkan kualitas makanan dan pelayanan. Upayakan untuk selalu membuat pelanggan betah dan mau kembali lagi.

Setelah banyak pelanggannya, undang wartawan untuk mencoba masakan sekaligus melakukan wawancara. Kalau bisa buat sensasi positif, karena itu perlu sebagai bagian strategi promosi agar bisa dipublikasikan di media cetak dan media elektronik.

Popularitas itu memang sangat bermanfaat dalam menunjang kesuksesan sebuah usaha. Ada pepatah Jawa yang berarti, cari nama lebih dulu, dan keuntungan akan datang kemudian. Itu sebabnya, sangat penting memopulerkan nama rumah makan atau restoran yang Anda kelola. Nama atau brand sangat terkait dengan value. Dan untuk membangun brand atau nama itu, seorang pengusaha harus berani mengeluarkan biaya yang tidak kecil jumlahnya.

Ketika pelanggan sudah mulai banyak, lakukan penambahan menu masakan dan minuman, agar pelanggan tidak bosan, dan bisa memberikan banyak pilihan makanan. Sebelum memasarkan menu baru, jangan lupa menguji kelezatannya dengan meminta orang orang dari berbagai macam suku seperti sebelumnya. Setelah benar-benar sukses dan terkenal, mulai melakukan pengembangan usaha dengan membuka cabang di tempat lain. Mengembangkan usaha paling menguntungkan adalah dengan sistem franchise atau waralaba. Selain tingkat kegagalannya kecil, juga tak perlu mengeluarkan modal sendiri.

Untuk mengembangkan usaha restoran yang punya keunikan sendiri, cukup terkenal, dan banyak pelanggannya paling tepat memang dengan sistem waralaba. Sebuah usaha layak diwaralabakan jika memiliki empat, persyaratan, memiliki keunikan dan keunggulan dengan usaha sejenis, terbukti sukses dan menguntungkan, memiliki standarisasi rasa, harga serta pelayanan, dan yang keempat usaha tersebut mudah diaplikasikan atau dioperasikan.
Pemilik usaha yang mewaralabakan mereknya (franchisor) tak perlu repot-repot menyediakan modal untuk ekspansi usaha, karena itu akan disediakan oleh pihak yang menggunakan merek (franchisee). Dan keuntungan bagi franchisee, tak perlu kerja keras untuk membangun merek yang biasanya membutuhkan biaya besar dan waktu cukup lama.
Idealnya usaha rumah makan dikembangkan dengan model waralaba setelah memiliki tiga outlet. Dengan begitu akan lebih meyakinkan dan lebih mudah menarik minat calon franchisee.

Setelah memetik kesuksesan dan usaha semakin berkembang, jangan lupa menyisihkan 10% keuntungan untuk beramal kepada orang yang lebih susah.

Dari: Ciputraentrepreneurship.

Sebuah Sukses Mendunia Untuk Industri Franchise


Terdapat ribuan bisnis waralaba di seluruh dunia. Mana yang paling berhasil?

Pasar global saat ini sebagian besar tergantung pada industri waralaba, yang memberikan konsumen kenyamanan dan keandalan merek atas toko yang sudah mereka tahu dan kenal. Kontribusi ekonomi waralaba di Amerika Serikat adalah sama dengan sekitar 4 $ ekonomi - sekitar $ 835.000.000.000 setahun. Lebih dari 9,5 juta orang memegang pekerjaan dalam bisnis waralaba, dan tahun depan ekonom memprediksi bahwa industri waralaba akan memberikan kontribusi lebih dari $ 2 triliun untuk ekonomi AS.

Waralaba secara langsung bertanggung jawab untuk mendistribusikan produk untuk konsumen di seluruh dunia, dan industri telah berkembang secara ekstensif selama beberapa dekade terakhir. Pada 1007, International Franchise Association Komite Internasional melakukan survei yang menunjukkan bahwa hampir 2 / 3 dari anggotanya saat ini telah beroperasi di lokasi internasional, dan hampir 75% mengatakan bahwa mereka berencana untuk memulai atau menyerbu operasi internasional mereka. Area yang paling sering target operasi waralaba AS adalah Timur Tengah, Eropa Barat, Eropa Timur, dan Selatan dan Amerika Tengah. Dan berkat perubahan peraturan yang ditetapkan oleh Federal Trade Commission, sekarang lebih mudah dan lebih murah untuk waralaba yang berbasis di luar Amerika Serikat untuk memasuki pasar dalam negeri.

Meskipun waralaba biasanya terkait dengan pasar Amerika Serikat, model bisnis dasar telah didirikan di seluruh dunia, dan sekarang ada banyak operasi waralaba besar yang tidak berbasis di Amerika Serikat. Bahkan, hampir 15% dari waralaba yang tercantum dalam daftar Global Top 100 Franchise disusun oleh Franchise langsung tidak berbasis di Amerika Serikat. Sebagai contoh, perusahaan Kumon yang memproduksi dan mendistribusikan produk-produk pendidikan anak-anak berbasis di Jepang. NaturHouse merupakan nutrisi Spanyol dan waralaba kesehatan, Expense Reduction Analysts adalah waralaba konsultasi berbasis di Inggris, dan pengisi ulang kartrid printer perusahaan, Cartridge World, yang berbasis di Australia.

Daftar Franchise Direct tentang 100 waralaba atas global didominasi oleh industri restoran cepat saji (QSR), yang menyumbang enam dari sepuluh waralaba atas dan 20% dari total atas 100 waralaba. Bahkan di tengah resesi ekonomi, industri QSR telah terbukti tangguh dan sukses, dan tidak seperti bisnis lainnya, restoran cepat saji diharapkan untuk terus tumbuh di tahun-tahun mendatang. kenyamanan mereka dan nilai anggaran memudahkan bagi konsumen untuk mengatur kehidupan mereka sehari-hari, dan membuat lebih mudah untuk memiliki pengalaman makan di luar, yang menjamin bahwa mereka akan terus merendahkan restoran.

Waralaba global Top memiliki beberapa hal kesamaan yang berkontribusi terhadap keberhasilan operasional mereka. nama-nama merek yang kuat diakui di seluruh dunia, dan konsumen mengaitkan nama merek dan logo dengan produk dan layanan yang mereka kenal dan percaya. Sebagai contoh, McDonald's memiliki lebih dari 32.000 toko yang terletak di lebih dari 60% dari negara-negara di seluruh dunia. Ronald McDonald dan Golden Arches telah mendapatkan pengakuan universal di antara konsumen. Dengan Kolonel Sanders sama, dan tanda KFC diakui di seluruh dunia dengan lebih dari 15.000 restoran. Waralaba lain yang menikmati pengakuan merek yang kuat adalah 7-Eleven Crowne Plaza, dan Holiday Inn.

Top 10 franchise bisnis global, menurut Franchise Direct adalah:
McDonald's
Subway
7-Eleven
Grup Hotel International Hotel
Pizza Hut
KFC
Burger King
A & W Restoran
Ace Hardware Corporation
NaturHouse

Yang terus-menerus membongkar hambatan perdagangan internasional telah mengakibatkan ekonomi global yang waralaba lebih kuat dan lebih beragam, dan dapat mencapai skala ekonomi tidak seperti sebelumnya. waralaba terkemuka sekarang memiliki sumber daya yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan menyebar ke emerging market. Para waralaba atas seluruh dunia telah membuktikan keberhasilan mereka dalam ekspansi internasional, menguasai tantangan linguistik dan bisnis, dan beradaptasi dengan perbedaan budaya untuk membantu bisnis mereka cocok mulus. Contoh yang ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka saat ini waralaba dapat memberikan contoh yang berharga bagi perusahaan kecil untuk digunakan sebagai model untuk satu hari membuat tanda dan peringkat antara 100 waralaba terbaik di dunia.

Sumber : Buzzle.com

Tips Bisnis Anti Bangkrut!

Sedikit oleh2 dari acara silaturahmi bisnis dan talkshow yg mengambil tema 'Sukses Duniakhirat ala Pak Haji Alay (Sesepuh TDA).

Tujuan kita berbisnis adalah mengharapkan keuntungan, dan setiap pebisnis selama kegiatan berbisnisnya berlangsung berharap dijauhkan dari merugi, apalagi bangkrut.

Tentunya, bagi kita semua yang menginginkan hal tersebut, berikut ada petikan tips yang dengan baik hati diberikan oleh Pak Haji Alay pada kesempatan pertemuan tersebut.

Bisnis yang dijamin tidak akan merugi dan tidak akan menyebabkan bangkrut adalah jika anda:
1) memuliakan anak yatim,
2) memberi makan orang miskin,
3) tidak berlaku tamak terhadap bisnis yang digeluti,
4) menunaikan kewajiban membayar zakat dan sedekahnya,
5) tidak berlebihan mencintai dunia

Lebih jauh lagi menurut Haji Alay, rahasia bisnis anti bangkrut ini terletak pada kekmampuannya untuk ‘memberi'. Karena bagi orang yang bisa memberi, sesungguhnya ia telah menyalurkan sebagian ‘kekuasaan’ Tuhan kepada manusia yang lain yang memerlukan.

Pesan Haji Alay, untuk menjadi pebisnis sukses, maka memberilah dengan segala kemampuan yang ada:
- Jika tidak memiliki penghasilan untuk memberi maka memberilah dengan yang tanpa perlu mengeluarkan uang.
- Kalau penghasilannya masih sedikit, ya memberilah sedikit dari yang sedikit itu.
- Kalau penghasilannya sudah banyak, ya memberilah lebih banyak dibanding yang sedikit tadi.

Dan yang terpenting adalah ikhlas... Jika melakukan itu, maka Insya Allah digaransi tidak akan pernah merugi dan tidak bakal bangkrut!

Wallahualam bissawab...

Keluarlah dari pekerjaan, sekarang juga!

Bagi setiap orang, alasan untuk keluar pekerjaan (sebagai karyawan) bisa bermacam-macam. Ada yang memang karena dikeluarkan dari pekerjaannya... bisa karena memang sudah waktunya keluar alias sudah masuk pensiun, bisa karena dikeluarin alias di-PHK ... namun bisa juga keluar sendiri alias resign karena pertimbangan personal...

Kalau saya masuk ke alasan terakhir, makanya saya ajak anda untuk jangan takut keluar dari pekerjaan. Bila perlu sekarang juga!

Sering beberapa teman menanyakan, kenapa resign? Toh sudah relatif nyaman dengan posisi pekerjaan yang sekarang. Tinggal datang, masuk kantor, sibuk ini itu, suruh staf ini-itu, lapor bos ini-itu (kalo ditanya), trus pulang deh.... mobil kantor dikasih, supir siap, tunjangan ada, bonus ga kelewat, rapat atau training (yg seringkali lebih seperti rekreasi) dalam/luar kota sudah terprogram, jalan2 keluar negeri tiap tahun sudah pasti dan remunerasi lain-lain sepertinya sudah memadailah untuk hidup layak... Namun demikian, jujur seringkali saya merasa belum mendapatkan apa yang saya cari... Bukannya semata kepuasan kerja yang saya cari, namun keselarasan antara nilai kerja dengan nilai pribadi, keselarasan antara kata hati dengan perbuatan, keselarasan antara apa yg baik untuk diri pribadi dan keluarga dengan pekerjaan... sejatinya merupakan hal yang saya idamkan...

Umumnya dalam dunia kerja, paling tidak selama apa yang saya alami... semua reward dan benefit yang ditawarkan & bisa kita dapatkan di dunia kerja tentunya karena ada 'sesuatu' yang kita pertukarkan untuk itu... bukan sekedar pengetahuan, ketrampilan & kompetensi kita dalam bekerja, tapi juga kemampuan kita dalam mengelola karir... seorang yg kompeten dalam pekerjaannya namun tidak mampu mengelola karirnya dengan baik biasanya dalam perjalanan pekerjaannya tidak akan optimal....

Nah, dalam aspek mengelola karir inilah kadang ada hal-hal yang bila tidak disiasati dengan baik akan berbalik menjadi bumerang... trik-trik karir secara personal tentang bagaimana kita mengelola hubungan dengan kolega, atasan-bawahan dan lain sebagainya harus kita dalami... bahkan, atas nama karir, terlibat dalam intrik politik kantor juga harus bisa kita kuasai dengan baik... Jujur, inilah yang kadang membuat kita alpa, apa sih esensi bekerja itu? Apakah dengan pekerjaan dan karir yang baik otomatis membuat kita menjadi orang yang lebih baik? Kadang kita lupa, bahwa posisi yang kita dapatkan itu bisa jadi karena pengorbanan anak buah/bawahan kita dan kekalahan kolega kita dalam persaingan merebutnya. Lantas, kalau sudah begini, dimana rahmat/berkah dari pekerjaan itu? Kepada siapa? Apakah kehadiran kita di tempat kerja memberi manfaat bagi orang-orang sekeliling kita, atau justru membuat orang menjadi tidak nyaman?

Belum kalau kita berpikir lebih jauh lagi... jangan2 situasi tersebut memang diciptakan? Ada yang mengatur. Sehingga kita seolah sudah seperti tikus percobaan yg diberi umpan untuk terus berlari mengejar harapan, menaik menapaki tangga karir, sebenarnya demi untuk keuntungan siapa??

Saya percaya, mungkin tidak semua perusahaan memperlakukan karyawannya seperti demikian. Ada yang concern dengan dinamika nilai pribadi dengan perusahaan, sehingga diarahkan untuk terjadinya suatu sinergi. Namun saya juga yakin, tingkatan perusahaan yang seperti demikian tidaklah banyak, beruntunglah bagi anda yang bekerja dalam perusahaan seperti demikian.

Kembali kepada motivasi saya untuk resign, bagi saya pertimbangannya adalah:
1) Bosan menjadi korban.... Saya dengan penuh kesadaran tidak mau terjebak menjadi corporate rat yg mengejar sesuatu namun tidak jelas apa yang dikejar.
2) Waktu yang tergadaikan... ada 3-4 jam tiap hari waktu yang saya habiskan di jalan hanya untuk pergi-pulang kantor, belum waktu2 perjalanan selama jam kantor misalnya kalau bertemu klien atau ada meeting. Rasanya menghabiskan nyaris tiap harinya di jalanan membuat saya membayangkan betapa tidak efisiennya hidup ini, mau cari apa di jalan? Belum lagi waktu yang habis bila ada pekerjaan atau meeting yang mengambil waktu normal... Paling tidak rata2 12 jam sehari habis diluar! Blm termasuk tugas luar kota dll...
3) Konflik bathin... seringkali dalam pekerjaan, saya bertemu dengan orang dan situasi yang membuat saya harus membuat keputusan... dan dalam proses pengambilan keputusan, umumnya nilai yang saya jadikan acuan adalah nilai2 diluar saya... artinya apa? kita tidak bebas menentukan keluaran/hasil karena sebagai karyawan tentunya yang baik adalah yang sesuai dengan aturan & nilai perusahaan. Iya kalo sesuai dengan nilai pribadi, kalau tidak? Telanlah...
4) Kebahagiaan... Alasan kita bekerja awalnya adalah untuk kebahagiaan keluarga, namun ketika kita bekerja, alasan 'kebahagiaan' ini menjadi mimpi di siang bolong... bagaimana kebahagiaan bisa dicapai kalau kita sering mengorbankan 'kepentingan' keluarga dengan alasan pekerjaan? Apakah dapat membantu anak belajar mengerjakan PR-nya tidak lebih penting dibanding mempersiapkan presentasi utk meeting?
5) Ada kehidupan di luar sana selain menjadi karyawan... akibat proses indoktrinasi pendidikan baik di sekolah maupun melalui pranata keluarga, ternyata menjadi karyawan atau orang gajian seringkali menjadi tujuan hidup utama setiap orang terutama setelah menyelesaikan pendidikannya... namun ternyata, banyak orang yang hidup jauh lebih baik dengan tidak menjadi karyawan, bahkan mempekerjakan karyawan, so kenapa saya tidak menjadi salah satu dari orang itu??
6) Peluang menebar rahmat... dengan tidak menjadi karyawan, selanjutnya menjadi wirausaha atau pengusaha, peluang memberi rahmat kepada khalayak yang lebih luas sangat terbuka, minimal kita membantu menciptakan pekerjaan untuk orang lain, lebih lanjut lagi bisa memastikan bahwa iklim kerja untuk karyawan kita dan keluarganya lebih baik lagi.

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menemukan alasan anda sendiri?

Proven Passion, Cool Outlet, Rocketed Sales Volume

Sebuah email dengan judul yg sama saya terima pada hari senin pagi, dua hari setelah soft opening outlet franchise baru kami di Bandung. Seuntai ucapan selamat & sukses pun mengiringi email tersebut. Namun tidak hanya itu, beberapa email selamat pun menyusul dari teman lainnya, membuat saya semakin bersemangat atas dukungan yang tulus. Bersama dengan tulisan ini sekali lagi saya hanya bisa sampaikan terima kasih yang mendalam atas dukungan, masukan dan doanya selama ini.

Diawali dari email yang saya kirimkan kepada teman2 mastermind untuk memberikan masukan atau second opinion atas rencana saya & istri mengambil salah satu franchise kuliner lokal. Ini adalah franchise kelima (bila dihitung dengan franchise ayam goreng, coffee shop, bimbingan belajar & kursus baca tulis) yang pernah kami ambil utk bekerjasama. Adapun kerjasama franchise yang lalu telah tewas dengan sukses, karena berbagai hal (dari mulai penyampaian informasi yg tidak transparan, penanganan kerjasama yg asal mengejar target pembukaan outlet, dukungan operasional yang tidak sesuai yang dijanjikan dan lain2) membuat saya lebih berhati-hati untuk mengambil franchise lagi. Walaupun demikian, saya tidak pernah patah arang akan sistem ini, saya percaya apapun sistemnya yang menentukan adalah siapa orang dibaliknya. Semua itu justru menambah pengalaman saya, sebagaimana salah seorang teman sering katakan.... kegagalan adalah ongkos untuk sebuah sukses... semakin sering gagal, maka semakin dekat dengan kesuksesan itu sendiri. Just do it! Take action!

Maka terkirimlah gambar berikut ini bersama hitung2an proyeksi bisnis.

Berikutnya yang terjadi, sesuai dengan ekspektasi, serangkaian diskusi pun menjadi masukan bagi saya. Dari yang bersifat teknis mengkaji hitung-hitungan proyeksi keuangan, untung-rugi, resiko investasi, evaluasi nilai proyek dan lain2 hingga yang lebih bersifat mental-spiritual, menyemangati dan memberikan dukungan untuk mengambil keputusan terbaik berdasarkan keinginan/hasrat/passion dari saya sendiri. Jelas dengan tiga kali mengambil franchise bernuansa industri kuliner maka arah dari bisnisnya sdh terbaca, apalagi tujuan mengambil franchise tersebut juga karena ada tujuan yang mendukung bisnis saya yg lainnya. Maka serangkaian ngotot2an berdiskusi dengan teman semakin menunjukan passion tersebut. Proven passion!

Dengan segala pertimbangan yang Insya Allah sudah dipikirkan secara matang dgn memperhatikan masukan dari sana-sini, maka awal bulan Desember 2010 menjadi awal kami menandatangani perjanjian kerjasama franchise dengan salah satu franchisor lokal yg sudah cukup dikenal. Secara cepat namun tidak terburu-buru kami pun mencanangkan untuk bisa melakukan pembukaan outlet di akhir tahuh ini juga. Memanfaatkan momen pergantian tahun yang biasanya menjanjikan potensi penjualan yg luarbiasa.

Namun demikian, perjalanan pembukaan outlet tidak semudah yang saya pikirkan. Perencanaan cermat di atas kertas tetap harus didukung oleh pelaksanaan di lapangan. Apabila orang2 di lapangan tidak bekerja sesuai dengan seharusnya maka kesalahan sedikit akan berakibat penundaan penyelesaian pekerjaan secara umum. Inilah yang terjadi. Saya ambil kembali sebagai hikmah bahwa mungkin Yang Diatas memang sudah menentukan bahwa persiapan pembukaan outlet harus lebih seksama, supaya hasilnya menjadi lebih baik.

Hingga akhirnya selesailah pembuatan & renovasi outlet yang bahkan lebih baik dari rencana sebelumnya.

Dimana backdrop visual menjadi jauh lebih besar dari gambar design awal sehingga bukan sekedar menjadi asesoris outlet namun bisa berfungsi sebagai iklan yang terlihat dari jarak yang lebih jauh. Cool Outlet!

Secara operasional akhirnya outlet dibuka pada pertengahan Januari 2011 lalu. Walaupun tetap masih ada beberapa kekurangan mengingat baru soft opening, namun lambat tapi pasti semua hal tersebut coba ditanggulangi satu demi satu. Ibarat mobil baru, saat ini mesin mobil belum dimanfaatkan secara optimal karena baru keluar dari pabrik dan turun ke jalan. Kalau dipaksakan malah bisa menjadi rusak. Namun demikian, dengan animo pasar yang lumayan besar, dimana bahkan sebelum outlet benar2 operasional sudah banyak yg menanyakan/bolak-balik mau beli. Maka pekerjaan selanjutnya dan yang paling utama adalah melayani pasar tersebut agar target penjualan yg menjadi proyeksi diawal bisa tercapai dan bahkan melebihi. Alhamdulillah, dalam satu minggu terakhir sejak awal pembukaan outlet, walaupun tanpa gembar-gembor promosi, penjualan sudah menampakan hasil yg cukup menjanjikan. Mudah-mudahan, semakin baik pelayanan dan operasional outlet, semakin tinggi omset yg bisa dicapai. Rocketed Sales Volume! Amin YRA...

Belajar Bisnis Internet....

Bisnis internet sudah terbukti memberikan manfaat ekonomis yang luar biasa untuk banyak orang di dunia. Nama-nama seperti pungawa Google Sergey Brin & Larry Page, Jerry Yang dan David Filo dengan Yahoo-nya atau yang sedang fenomenal Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya adalah sebagian orang yang menjadi kaya luar biasa karena internet.

Kita mungkin tidak perlu seperti mereka yang bisa menciptakan suatu terobosan trend baru dalam internet. Bagi yang hanya bisa memanfaatkan apa yang ditawarkan internet pun sudah bisa meraup keuntungan yang lebih dari memuaskan. Beberapa nama di Indonesia pun terkenal karena keberhasilannya memanfaatkan bisnis internet. Seperti misalnya Andrew Darwis sang pendiri Kaskus, komunitas online terbesar di Indonesia. Namun demikian, tetap harus ada prinsip kehati-hatian mengingat tipikal bisnis internet/online yang berbeda dengan bisnis offline/nyata. Jangan gampang percaya dengan penawaran bisnis internet yang membuat anda bisa kaya mendadak. Saya banyak mendapat informasi bahwa beberapa orang Indonesia yang saya pikir bisa dijadikan contoh keberhasilan memanfaatkan internet ternyata adalah penipu belaka. Wallahualam Bissawab!

Oleh karena itu, melalui blog sederhana ini mari kita untuk bersama memanfaatkan internet secara rasional. Bahwa ternyata ada sebuah kesuksesan yang dapat diraih oleh kita bersama melalui internet tanpa perlu gembar-gembor promosi yang biasanya sangat luarbiasa dan lain sebagainya. Salah satu contoh paling sederhana adalah pendiri komunitas TDA seperti Pak Rony, dimana bisa dibilang dalam mengawali akselerasi bisnisnya terbantu oleh internet dan toko online-nya. Tidak heran, kebanyakan anggota TDA selanjutnya menjadi sangat antusias dengan fasilitas yang ditawarkan internet untuk kemajuan bisnis offline-nya atau bahkan memulai bisnis tidak lagi secara offline tapi langsung dengan online/via internet. Seperti juga yang diperlihatkan dan ditegaskan oleh Pak Rosihan, pendiri dari situs saqina.com yang sering menjadi rujukan sebuah bisnis online atau tepatnya toko online yang baik.

Bayangkan, pengguna internet di indonesia semakin hari semakin menunjukan grafik yang meningkat. Berdasarkan prediksi detikInet, pengguna internet di Indonesia hampir mencapai 60 juta orang untuk tahun 2010. Dengan market size sebesar itu, belum termasuk pengguna global yang dapat mengakses internet tiap saat, maka memanfaatkan internet untuk kepentingan bisnis bagi pengusaha adalah harga yang tidak bisa ditawar lagi. Apalagi kalau mengingat pengalaman yang diceritakan Pak Rosihan dalam salah satu kesempatan talkshow TDA Jaksel, bahwa growth business online adalah tidak terduga, kenapa? Karena batas atas-nya tidak diketahui! Dalam contoh bisnis onlinenya, yang baru serius ditekuni selama 2 tahun terakhir ini, pertumbuhan bisnisnya bisa mencapai 200% dan itupun belum menunjukan tanda2 sdh maksimal! Lebih jauh lagi, dengan geografi, persebaran demografi dan perkembangan ekonomi seperti yang ada sekarang, justru bisnis internet sangat cocok diterapkan di Indonesia. Berminat bisnis online?? Simak beberapa tips berikut!

Beberapa tips yang sempat saya catat dari dari praktisi online tsb untk memulai bisnis online, khususnya dalam hal ini adalah toko online:
1. Siapkan Modal!
Bangun infrastruktur yg memadai.
2. Temukan Produk!
Yang unik, menarik dan punya nilai ekonomis tinggi. Serta terapkan strategi pemasaran yg serius.
3. Buat model bisnis yang sederhana
Analisa bisnis anda dan buat prosesnya sehingga membantu bisnis scr online.
4. Jalankan bisnis online secara profesional
Jangan setengah-setengah.
5. Buat online & offline promo
Jangan lupa siapkan budget untuk promosi baik secara online maupun offline untuk membantu bisnis.
6. Operational Excellence
Bahwa menjalankan bisnis online adalah tidak berbeda dengan menjalankan bisnis secara offline, semua aspek bisnis harus disiapkan secara baik dan benar.


Adapun berikut beberapa poin rangkuman dari buku belajar bisnis internet yang bisa menjadi tambahan masukan bagi kita yang berimnat pada bisnis ini.

Tahap Pertama adalah Membangun MINDSET:
1. Mengetahui alasan/sebab lebih penting daripada mengetahui bagaimana/cara (Power of Dream/Strong Cause).
Buat sasaran jangka pendek 90hari! Alasan yg kuat membuat kita terus berproses menjadi sukses!

2. Fokus pada Model Bisnis yg dipilih
Bangun bisnis perlu waktu (belajar, perbaiki kesalahan dll) tapi yg benar adalah lihat berbagai macam model bisnis & tentukan satu model bisnis yg INGIN DITEKUNI!

3. Gunakan kekuatan anda & delegasikan lainnya

4. Konsisten & Pantang Menyerah
Komit 1-2jam tiap hari. Jaga momentum. Sikap pantang menyerah!

Tahap kedua adalah Memilih Bisnis Model
Pilih bisnis internet sesuai dgn minat, pengetahuan atau pengalaman. Penting pilih niche/ceruk pasar atau pilih produk/jasa yang terbaik bagi kita.

Lima kategori Model Bisnis di Internet
1. Sell your own product
Jual physical product via website - online store ex. Amazon.com
Jual physical product via website yg sdh populer - ebay/alibaba/globalsources/kaskus/portal dagang lain
Menjual e-book (format PDF)
Menjual multimedia course (DVD, CD atau download MP3, Flash, MP4 dll)
Menjual software (mis. Antivirus dll)
Menjual akses keanggotaan/membership - akses informasi khusus utk membership site
Menjual produk yg rights/haknya anda miliki : resell rights, master resell rights
Menjual produk hsl packaging ulang atas produk dgn PLR (private label rights)


2. Sell your own services
Outsourcing marketplace:
Desain grafis - logo/banner/website/brosur dll
Pembuatan website - statis/dinamis dg database, website dg wordpress, joomla, drupal dll
Coding - pemograman software/script
Penulisan artikel -valuable content for any website
Copywriting - sales letter
Pembuatan transkrip
Penerjemahan
Melakukan SEO/search engine optimization
Pengelolaan iklan PPC

3. Affiliate marketing

4. Contextual advertising

5. Site flipping

Jadi, bisnis online apa yang akan kita pilih??? Yuk, mari kita mulai. Tidak ada kata terlambat!
Semoga berhasil & sukses mulia bagi kita semua!